Korban Gempa Ini Pilih Tinggal di Kandang Kambing daripada Posko Pengungsian: Cucu Saya kan Nakal

Cerita korban gempa yang pilih tinggal di kandang kambing daripada posko pengungsian datang dari Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Mereka ialah keluarga dari Sukini (54) yang tinggal di Dusun Jagalan, Desa Sidomulyo, Kecamatan Prunojiwo. Rumah Sukini mengalami rusak berat akibat gempa yang mengguncang sebagian wilayah Jawa Timur beberapa waktu lalu.

Saat ini, ia bersama suami, anak, menantu, dan dua cucu tinggal di kandang berbahan bambu dan seluas 3×5 meter. "Kami tinggal di sini sejak gempa lalu," kata Sukini kepada SURYAMALANG.COM, Jumat (16/4/2021). Sukini mengaku bersyukur karena selamat dalam gempa di Lumajang tersebut.

Saat menjelang berbuka, Sukini segera menyiapkan masakan untuk keluarganya. Sang suami pun menggelar karpet di bekas ruang tengah. Sukini mencoba mengingat momen Ramadan pada tahun tahun sebelumnya.

Biasanya Sukini selalu menyiapkan aneka lauk pauk lezat untuk keluarganya setiap Ramadan. Namun kali ini Sukini harus memasak dengan menu sederhana. Dia hanya memasak telor dan mi instan dari kiriman bantuan.

"Sebelum gempa, menunya ada ayam dan telor. Kalau sekarang hanya tahu, mi instan, dan sayur kulup. Yang penting puasanya tidak batal," katanya. Ketika gempa mengguncang Lumajang, Sukini sedang menjaga lapak dagangan di tempat wisata Air Terjun Tumpak Sewu. Dia merasakan getaran gempa.

Tak lama kemudian Sukini mendapat kabar dari tetangga bahwa rumahnya roboh. Seketika itu dia langsung pingsan. Dia teringat biasanya menantu dan cucunya tidur di rumah setiap siang.

"Saya bayangkan bagaimana kalau mereka tertimpa bangunan gimana. Makanya saya langsung pingsan," ujarnya. Setelah mengecek rumah, ternyata menantu dan cucunya berhasil menyelamatkan diri. Saat melihat bangunan rumahnya hancur, Sukini berusaha mencari harta yang masih bisa diselamatkan.

Hanya kasur, pakaian, dan selimut yang masih utuh. Dia pun langsung membersihkan bekas kandang kambing di depan rumahnya. Rumahnya yang sudah 90 persen hancur itu tidak mungkin lagi bisa ditempati.

Apalagi dinding dinding bangunan yang masih berdiri sudah banyak yang retak. Dia khawatir bangunan itu mencelakai keluarganya bila datang gempa susulan. "Enak tinggal di sini. Kalau di posko, cucu saya kan nakal," katanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.