Dampak Covid-19, Arab Saudi Akan Evakuasi 200 Warganya dari Indonesia

Pemerintah Arab Saudi dikabarkan akan kembali memulangkan warga negaranya dari Indonesia hingga 1 Agustus 2021. Menurut laporan dari situs Saudi Gazette pada Jumat (30/7/2021), informasi tersebut disampaikan oleh duta besar Arab Saudi untuk Indonesia Essam bin Abed Al Thaqafi. Essam menyebutkan, bahwa setidaknya ada 200 orang yang saat ini akan dievakuasi dari Indonesia hingga 1 Agustus 2021 mendatang.

Selain itu Essam juga menjelaskan, Arab Saudi saat ini masih melarang warganya bepergian ke Indonesia secara langsung atau tidak langsung karena Covid 19. Sementara itu kementerian dalam negeri Saudi mengatakan bahwa langkah tersebut didasarkan pada kepedulian pemerintah terhadap keselamatan warga. Hal ini karena saat ini Indonesia mengalami lonjakan kasus akibat varian baru. Kementerian dalam negeri dalam pernyataan itu meminta warganya berhati hati.

Sebelumnya, pada 10 Juli 2021 seorang warga negara Arab Saudi yang terinfeksi Covid 19 berhasil dievakuasi dari Indonesia. Tak hanya Arab Saudi saja, pemerintah Australia juga telah bekerja sama dengan maskapai penerbangan Qantas Airlines untuk mengatur penerbangan untuk warga negaranya yang berada di Indonesia. Menurut laporan dari situs The Sydney Morning Herald pada Kamis (29/7/2021), setidaknya sebanyak 800 orang warga negara Australia telah melakukan pendaftaran untuk penerbangan ekspatriat ini.

Pemulangan warga negara Australia ini sendiri, karena Indonesia saat ini menjadi pusat penyebaran Covid 19 secara global. Kerja sama pemerintah Australia dengan Qantas sendiri, karena saat ini maskapai Garuda Indonesia telah mengurangi jadwal penerabngan dari Jakarta ke Sydney yang membuat harga tiket melambung tinggi hingga 12 ribu dolar Amerika Serikat atau setara dengan Rp 170 juta. Selain itu upaya pemulangan warga Australia ini juga terkendala oleh Singapura yang menghalangi penumpang dari Indonesia untuk transit ke negara tersebut karena wabah virus delta.

Juru Bicara Departemen Luar Negeri dan Perdagangan Australia mengatakan, pihaknya tengah mencari semua opsi untuk menyediakan fasilitas pemulangan warga negaranya dari Indonesia. "Kami bekerja sama dengan Qantas dalam opsi penerbangan komersial, untuk memfasilitasi warga negara Australia yang ingin kembali," ucap Juru Bicara Departemen Luar Negeri dan Perdagangan Australia. Ia juga mengungkapkan, bahwa 780 warga Australia termasuk yang menetap di Indonesia saat ini terdaftar ingin kembali pulang ke negaranya.

Qantas sendiri dikabarkan akan melakukan penerbangan pulang beberapa warga negara Australia di Indonesia dalam waktu dekat ini. Kemudian pemerintah Jepang juga telah mengambil kebijakan untuk melakukan evakuasi terhadap warganya yang berada di Indonesia. Evakuasi yang dilakukan oleh Pemerintah Jepang tentu bukan tanpa alasan, pasalnya tercatat pandemi Covid 19 telah mengakibatkan 14 warganya meninggal dunia di Indonesia.

Hal ini disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Jepang Toshimitsu Motegi yang mengungkapkan, data terakhir pada 12 Juli 2021 tercatat 14 orang warga negaranya meninggal di Indonesia. Jepang pun akhirnya mengatur penerbangan khusus bagi warga negaranya yang ingin pulang."Kami mulai mempertimbangkan untuk mengatur penerbangna khusus untuk orang Jepang di Indonesia agar dapat kembali pulang," ucap Motegi, Selasa (13/7/2021). Sementara itu menurut laporan dari Nikkei Asian yang dikutip pada Rabu (14/7/2021), Jepang telah menyiapkan penerbangan khusus dari Indonesia untuk warganya pada hari ini.

Evakuasi yang dilakukan Jepang untuk warganya ini menggunakan maskapai asal Jepang yaitu All Nippon Airways yang melakukan penerbangan langsung dari Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published.